taqwa

Awali dulu dengan penerimaan nasib.

Ya, penerimaan nasib atau penerimaan keadaan adalah awal yang baik untuk mengelola sebuah keterpurukan, ketersudutan, kejatuhan, kepahitan, musibah, atau apapun namanya yang berupa kesusahan.

Selanjutnya adalah membangun motivasi kembali dan mengumpulkan secercah demi cercah harapan-harapan baru; lewat kekuatan muhasabah, inabah dan amal saleh .

Saya sebut sekali lagi statement berikut ini;

bahwa hal-hal yang positif, akan menjadi kekuatan positif tersendiri dari dalam jiwa.

Dan biasanya, akan muncul energi-energi positif yang akan membawa kita menemukan sisi-sisi positif yang sempat ‘tercuri’ akibat gelapnya mata, gelapnya hati.

Minimal hati bisa lapang dan ceria dalam kesempitan dan kedukaan.

Minimal juga ketenangan bisa menghias kehidupan saat permasalahan memang sedang dicarikan jalan keluar.

images (3)

Maka jangan aneh, bila kemudian kita dengar, kita lihat, atau kita baca, kisah seorang manusia yang bangkit

dengan amat sangat luar biasa,

setelah keterpurukan yang menurut ukuran manusia ia tidak bisa bangun lagi.

Mereka inilah orang-orang yang menemukan kembali kesejatian dirinya,Jangan kaget pula bila kita mendengar kisah heroik yang mengharu biru, lahir dari kisah perjalanan seorang manusia yang pernah terlempar dari kehidupan normal.

sebagai manusia yang dianugerahi Allah pengontrolan penuh kedua — setelah Allah — terhadap nasib dan kehidupannya sendiri.

images (4)Ya, ada banyak cerita sukses, cerita jaya, terbangun setelah kegagalan yang datang bertubi-tubi tanpa kompromi, terbangun setelah kejatuhan yang mungkin bisa menghempaskan seekor burung dari langit.

Inilah mungkin sebagian maksud Allah ketika Dia meminta kita semua untuk tidak pernah putus asa dari rahmat-Nya, apapun kejadiannya,

dan mengingat bahwa ada Dia di balik semua hal yang Dia permaklumatkan di sini sebagai Tuhan Yang Maha Menutup segala lembaran kelam dan Maha Penyayang.

“Katakanlah, Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan menutup semua kesalahan-kesalahan. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az Zumar: 53).

11 April 2018

Manajemen Kerugian

Awali dulu dengan penerimaan nasib. Ya, penerimaan nasib atau penerimaan keadaan adalah awal yang baik untuk mengelola sebuah keterpurukan, ketersudutan, kejatuhan, kepahitan, musibah, atau apapun namanya […]
10 November 2017

Alloh Maha Mengetahui

Alhamdulillah. Tak ada yang pantas untuk disembah, selain Alloh. Tak ada yang patut dimintai pertolongan, selain Alloh. Dan tak ada yang layak dijadikan tempat bersandar, selain […]
6 November 2017

Kita Butuh Petunjuk Allah

Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tak ada yang bisa melampaui kekuasaan-Nya, bahkan mendekati dan menyamai saja tidak ada. Segala pujian hanya kembali kepada Alloh Swt., […]
3 Agustus 2017

Sayyidul Istighfar

Sayyidul Istighfar : Awllohumma Anta Robbii… Laa ilaaha illaa Anta. Kholaqtanii. Ana ‘abduka. Ana ‘alaa ahdika wa wa’dika mastatho’tu. a’uudzu bika min syarri maa shona’tu. abuu-u […]
26 Mei 2017

MENJAGA NIAT DI RAMADHAN

Menjaga niat ini memang faktor tekad. It’s about commitment. Seseorang yang sudah punya tekad mau manjat gunung, kadang-kadang dilarang naik karena cuaca, karena hujan, karena ada […]
s2Member®
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram