PERMASALAHAN KEHIDUPAN
MENUMBUHKAN KEIKHLASAN
24 Februari 2017
SEMARAK RIYADHOH KE-57
25 Februari 2017

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

 

Ketika hutang tiada kunjung terbayar...

Ketika penyakit membayangi kehidupan...

Ketika kehidupan diburu ketakutan,

Dikejar ketidak tenangan....

Ketika kegelisahan dan keterpurukan

Begitu sangat terasa...

Ketika permasalahan terhidang

Didepan mata, dan...

Ketika satu dua keinginan

Ingin segera tercapai

 

Dalam kehidupannya banyak manusia selalu saja terjebak  dalam berprilaku secara berulang-ulang. Seolah olah dalam kebahagiaan, kebenaran, dan ketentraman yang ternyata adalah semu.

Dan tidak sedikit manusia, baik secara sadar atau tidak,  terjerembab dalam permasalahan kehidupannya, bergelimang dalam lautan dosa, berkebiasaan buruk mengenai diri, berakibat terpuruk. Itu semua terjadi secara berulang-ulang.

Jamaah penikmat kajian Menata hati Menata Kehidupan,

Tidak ada yang lepas dari Pengawasan Allah.

Bila seseorang berbuat baik, maka akan membawa akibat baik,

Begitu juga sebaliknya bila seseorang berbuat buruk, maka akan menanggung akibat buruk dari perbuatan buruknya.

Tidak ada kejahatan yang sempurna yang dilakukan manusia

Tidak ada yang bisa tertawa bebas setelah melakukan tindakan kejahatan

Tidak ada yang bisa tersenyum lepas setelah berbuat keburukan.

Andai bisa maka sifatnya hanya sementara. Biasanya setelah itu, ia akan dibayang bayangi keburukan sebagai akibat buruk dari perbuatan buruknya.

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُواْ إِثْمًا وَلَهْمُ عَذَابٌ مُّهِينٌ

 “Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka  adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah  supaya  bertambah-tambah  dosa mereka;  dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Ali Imran(3);178)

 

Semua peleku keburukan akan dikejar oleh keburukan yang mereka lakukan, inilah ketentuan Allah

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ   مَا لَهُ مِن دَافِعٍ

 

sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,   tidak seorangpun  yang dapat menolaknya, (Ath Thuur(52):7-8)

 

Kehidupan orang orang yang  berbuat dosa akan selalu diliputi bahaya, bahaya karena perbuatan buruk dirinya sendiri.

Hati hati! Kegiatan maksiat dan dosa selalu meminta korban, tidak saja kembali kepada si pelaku sebagai pertanggungjawaban, kadang berimbas pula pada orang lain yang bisa jadi sebenarnya tidak bersalah secara langsung.

Allah dapat menyegerakan siksa dan menahannya.Rasulullah saw. Bersabda “Jika Allah menghendaki kebaikan terhadap seseorang hamba, Allah akan menyegerakan siksa didunia, dan jika Allah menghendaki kejelekan terhadap seorang hamba, Allah akan menahan disebabkan dosanya, sampai Allah memenuhi pembalasannya kelak pada hari kiamat.”(HR. At Tirmizi).

Jamaah penikmat kajian Menata hati Menata Kehidupan,

Menanggung akibat buruk dari perbuatan buruk biasanya lama dan tak kunjung selesai. Banyak yang tidak tahan menanggung akibatnya. Ada yang mencari jalan pintas yang sesat. Mulai saat ini marilah kita biasakan untuk berperilaku baik dalam kehidupan. Baik kepada  Allah, baik kepada alam, juga baik kepada manusia.

Wassalamu’alaikum  warahmatullahi wabarakatuh.

 

s2Member®