Jangan Marah Bagimu Surga: Kisah Seekor Ular
Riyadhoh 64 Wisatahati
22 Januari 2018
Donor Darah Wisatahati
29 Januari 2018

Ada nasihat bagus. Saya cuplik di sini. Menjadikannya tambahan caption utuh. Bukan tulisan saya. Tapi saya menikmatinya sebagai nasihat yang bagus, lagi sangat diperlukan.

Betapa kemampuan memaafkan, memaklumi, harus kembali dimunculkan dalam setiap helaan nafas dan di setiap kejadian dalam kehidupan kita. Kemampuan memaafkan orang lain, mengampuni, bila ditambah dengan kemampuan mengasihi, subhaanallaah. Bakal keren banget jadinya.

Apalagi bisa jadi, sebab salah memahami saja. Salah paham. Salah mengerti. Atau salah orang. Atau, ya karena benar-benar kita ga paham. Secara kita, emang pastinya ga akan benar-benar paham hakikat.

Selamat memaafkan, selamat mengampuni, selamat mengasihi dan menyayangi.

*ULAR…*

Seekor ULAR memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan & tidak merapikannya.

Ketika ular itu masuk gudang, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan GERGAJI itu telah menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan yg bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah dan putus asa… sang ular berusaha mengerahkan segenap kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan gergaji yang dianggapnya musuh. Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu.

Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah… Akhirnya ia pun mati… Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tsb di sebelah gergaji kesayangannya.

Saudara/i ku… Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka sejatinya adalah diri kita sendiri. Banyaknya ucapan & tindakan yang dilakukan saat MARAH menguasai hati, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Ketahuilah, dendam, amarah, iri dan dengki, apapun itu, ia sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji.

Segala pikiran negatif yang muncul dalam pikiran kita akan menusuk & melukai batin kita sendiri. Latihlah diri kita untuk selalu mampu memaafkan, belajar melepaskan dendam.

s2Member®
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram