Jalan Keberkahan vs Jalan Kesialan
Doa Untuk Negeri
23 April 2018
Keseruan Riyadhoh 66 Wisatahati
29 April 2018

Pernah nggak temen-temen mendapati suatu warung sepi. Abis itu nih, ada satu orang dateng, nah abis dia makan di warung itu, orang-orang pada dateng, jadi rame tuh warung. Ada lagi nih, misalkan saudara punya anak. Entah dari mana, setiap hari pasti ada ajaa rejeki buat keluarga. Ini namanya orang itu, juga anak saudara dalam contoh tadi, bawa keberkahan

Saya pernah kenal dan akrab dengan seseorang yang penuh keberkahan. Dimana-mana ada dia, pasti di sana ada keberkahan. Beliau adalah Alm.Haji Damanhuri. Dimana dia ada, makanan datang terus, minuman nggak abis-abis, kalau abis ada lagi, jadi tambah banyak. Seseorang yang hidupnya membawa keberkahan, pasti selalu mendatangkan keceriaan, kebahagiaan, manfaat di tempat dia berada.

Bahkan, meninggalnya beliau aja nih, bawa berkah. Begitu beliau meninggal dunia, sekolah yang beliau pimpin pesantren tahfidznya berkembang, lima orang di keluarganya naik haji, anaknya yang atas izin Allah ngafal al-qur’an, dapat beasiswa untuk sekolah ke Mesir. Masya Allah. Karena saudara harus tahu kalau beliau ini sehari-harinya menempuh jalan-jalan yang penuh dengan keberkahan ketika masih hidup.

Ada misalnya, seorang suami gelar lapaknya, dagang nih. Hubungannya horizontal sama pelapak-pelapak yang lain, sama pembeli-pembeli. Ternyata di lain tempat nih, istrinya juga gelar lapak, tapi vertical, sholat dhuha. Waah, pembeli-pembeli pada datang semua tuh. Nah tahu kenapa begitu? Karena keberkahannya nyambung sama Rasulullah. Sama seperti waktu kita tahu ketika Rasululullah kecil dibawa oleh Ibu Halimah ke kampung asalnya, semua mendadak makmur, pohon-pohon yang kering jadi seger, yang ga ada buahnya jadi berbuah, MasyaAllah. Sesederhana itu konsep keberkahan.

Sebaliknya nih, ada misalnya, orang yang baru masuk perusahaan, semuanya jadi seolah-olah memburuk, keuangan perusahaan memburuk, serba berantakan. Emang sih, ga boleh suudzon. Tapi itu bisa dideteksi loh. Nah, ternyata si orang itu menempuh jalan kesialan, bukan jalan keberkahan. Entah zina, nggak pernah solat, maksiat terus, ya gitu.

Nah, makanya saudara tinggal pilih aja, mau hidupnya lewat jalan keberkahan, atau lewat jalan kesialan.

Salam @yusuf mansur

Sumber: yusuf mansur .com

s2Member®
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram