Doa Untuk Negeri
Ngukur Diri
19 April 2018
Jalan Keberkahan vs Jalan Kesialan
26 April 2018

Salah satu amalan terbaik adalah doa. Dan tambah hebat lagi saat doa itu dipanjatkan untuk orang lain. Makin banyak yang didoakan, makin hebat. Setiap doa kita untuk orang lain, jadi sedekah. Satu orang, satu sedekah. Sedangkan sedekah dikali 10 sampai dengan 700. Bahkan tidak terhingga. Segala “balasan” Allah ini tidak menjadikan kita ga ikhlas mendoakan orang lain. Tapi untuk jadi penyemangat.

Indonesia dengan penduduk lebih dari 270 juta, maka jadi ladang amal banget untuk mendoakan Indonesia. Bayangkan besarnya kebaikan dan pahala.

Apalagi dikali 10 sampai dengan 700 dan tak terhingga itu untuk 1 doa. Maka jika doanya lebih dari 1? Ya makin besar dan banyak kebaikan dan pahalanya. Misal, doain untuk kebahagiaannya, keselamatannya, kedamaiannya… Maka itu adalah 3 doa. Banyakin dan luasin aja doanya.

Ketika doa untuk negeri, luasin tuh doa dan panjangin. Sebab satu sama lain di negeri ini, berdampak dan berpengaruh kepada yang lain. Satu kota, jelek, bermasalah, maka pengaruhnya ke semua kota. Satu orang bermasalah, pengaruh ke semua orang di negeri ini.

Satu kota bagus, lalu ada doa satu kita di sana, maka ketahuilah, kota ini berpengaruh juga buat yang lain. Apalagi jika yang bagus adalah semua kota di semua negeri. Juga semua orang di semua negeri. Wuih… keren banget dah.

Doa itu sangat ajaib. Kekuatan Allah. Bukan kekuatan manusia. Maka dengan sering-sering berdoa, sama dengan mengundang Kekuatan Allah.

Doain presiden, dengan menteri-menterinya, semua lembaga-lembaga negara, anggota-anggota dewan DPR MPR, pusat sampai dengan daerah. Doain yang baik-baik. Bila beliau-beliau itu baik, kita juga kok yang akan merasakan. Doain. Doain. Doain. Saling mendoakan. Juga doain rakyatnya.

Doain semua pekerja di negeri ini, pengusaha-pengusahanya, guru-gurunya, polisi dan tentaranya, nelayan-nelayan, petani-petani, dan semua elemennya. Doain semua pelajar, semua mahasiswa, semua dosen, semua pimpinan-pimpinan lembaga pemerintah dan non pemerintah.

Dan doa itu, benar-benar luasin, lebarin, panjangin, banyakin. Doain yang udah pada wafat, doain yang masih hidup, dan doain yang datang kemudian. Ketika doain pemerintah, doain yang dulu-dulu memerintah, yang sekarang, dan yang memerintah di masa-masa yang akan datang hingga akhir zaman.

Abis doain untuk negeri, doain dunia, dan doain untuk alam semesta dan seisinya. Sebab tetap terkait satu sama lain. Misal, doain matahari dan bulan, dan semua benda di tata surya. Ucapin terima kasih kepada sinarnya matahari. Doain rerumputan, pepohonan, lautan, pegunungan, sungai-sungai, angin, debu… dan say thanks to them.

Doain ikan-ikan di semua perairan Indonesia dan di semua perairan di dunia. Doain semua buah-buahan. Pokoknya lebarin luasin panjangin. Doain juga jangan lupa orang tua, dan semua orang tua di seluruh dunia. Yang masih hidup, yang dulu dan yang akan jadi orang tua.

Saat hamil. Doa untuk kehamilannya, dan semua ibu-ibu yang hamil, di seluruh dunia, dan perempuan-perempuan yang bakal hamil nanti-nantinya. Ketika pengen hamil, jangan doa untuk diri sendiri. Luasin, lebarin, panjangin. Doain yang lain. Saat berhutang juga gitu.

Saat utang, doain semua yang punya utang, dan doain yang punya piutangnya. Supaya begini supaya begitu. Lebarin, luasin, panjangin. Saat jadi siswa, pengen lulus. Jadi mahasiswa pengen lulus. Jangan doa untuk diri sendiri aja. Doa untuk sesekolah, sekampus, dan pelajar-pelajar sedunia. Saat pengen naik gaji… Jangan doa buat diri sendiri. Doain perusahaannya dan semua perusahaan di dunia. Sebab saling terkait juga.

Pokoknya lebarin, luasin, panjangin, banyakin, doanya.

Salam

 

sumber: yusuf mansur .com

s2Member®
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram