admin weha

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa, menggolongkan kita sebagai orang-orang ahli takwa. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita sering mudah tergiur untuk mengomentari orang lain. Kita sering lebih mudah terpancing untuk menuduh orang lain salah melakukan ini dan itu. Seperti saat kita menonton pertandingan sepakbola, begitu ringannya kita mengomentari bahkan memarahi pemain yang menurut kita kurang cepat, kurang lincah atau kurang-kurang lainnya. Tentu hal ini bukan hal yang salah apalagi jika komentar kita memang didasari dengan keahlian kita pada urusan yang sedang kita komentari. Akan tetapi ada satu hal yang sangat penting kita ingat, yaitu bahwa kegagalan kita memperbaiki orang lain adalah disebabkan kegagalan kita memperbaiki diri sendiri. Kegagalan kita mengajari orang lain adalah disebabkan kegagalan kita mengajari diri sendiri.

Berapa banyak orangtua yang mengharapkan anaknya untuk menjadi anak yang sholih atau sholihah, akan tetapi keinginan ini tidak sekuat keinginan dirinya untuk menjadi orangtua yang sholih atau sholihah. Berapa banyak guru-guru yang menginginkan agar murid-muridnya menjadi orang yang baik, akantetapi keinginan itu tidak seserius keinginan dirinya untuk menjadi guru yang baik. Kita pun sangat ingin agar orang-orang di sekitar kita bersikap baik kepada kita, tetapi apakah ada keinginan yang kuat pula agar kita menjadi orang yang baik terhadap mereka?! Kesuksesan kita mendakwahi orang lain diawali dengan kesuksesan kita mendakwahi diri kita sendiri. Kesuksesan kita memperbaiki orang lain diawali dengan kesuksesan kita memperbaiki diri sendiri.

Alloh Swt. berfirman, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, adahal kamu membaca al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al Baqoroh [2] : 44)

Rosululloh Saw. sukses membawa umat manusia dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang-benderang dengan cahaya hidayah adalah karena beliau senantiasa memulai kebaikan dari diri sendiri. Ibda binnafsik, mulai dari diri sendiri. Sehingga manakala beliau mengajak manusia kepada kebenaran, beliau mengajaknya pula dengan keteladanan. Inilah yang membuat dakwah Islam begitu sangat efektif.

Saudaraku, boleh saja kita mengomentari ini itu tentang kesalahan yang orang lain lakukan. Apalagi jika komentar kita itu diniatkan sebagai nasehat-menasehati dalam kebenaran. Tapi, iringilah hal itu dengan semangat memeriksa dan memperbaiki diri sendiri. Semoga Alloh Swt. senantiasa memberi kita taufik dan hidayah-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

24 November 2017

Ketika Mengomentari Orang Lain

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa, menggolongkan kita sebagai orang-orang ahli takwa. Sholawat dan salam […]
20 November 2017

Menebar Kebaikan

Petani yang satu ini langganan juara setiap tahun dalam lomba hasil pertanian terbaik. Seorang peneliti bertanya tentang rahasianya, lalu mendapat jawaban: "Saya selalu berbagi bibit unggul […]
17 November 2017

Biarlah Kelelahan itu Lelah Mengejarmu

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya : Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111) Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33) Lelah dalam beribadah […]
14 November 2017

Ajarkan Anak Dzikir Pagi dan Petang

Orang tua baiknya ajarkan anak pula untuk terbiasa membaca dzikir pagi dan petang. Ajarkan anak bahwa ini akan melindungi dirinya dari berbagai macam bahaya dan dapat […]
8 November 2017

Bekal Yang Sia-Sia

Ibnul Qayyim memberikan nasehat yang sangat indah, العَمَلُ بِغَيْرِ اِخْلاَصٍ وَلاَ اِقْتِدَاءٍ كَالمُسَافِرِ يَمْلَأُ جِرَابُهُ رَمْلاً يُثْقِلُهُ وَلَا يَنْفَعُهُ “Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan […]
s2Member®
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram