adminbaru

Saya termasuk yang sempat khawatir ketika saya mendapati sekian Ramadhan berlalu sementara kok sepertinya tidak ada perubahan dalam hidup saya, waktu itu. Karena, alat ukurnya buat saya jelas sekali.

Berpuasalah kamu semua, la’allakum tattaquun, supaya kamu semua bertakwa. Orang yang dianggap bertakwa sama Allah, disebut paling kurang 3 kali cirinya, dan 3 kali hasilnya seperti apa.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Jika derajat puasa kita sampai pada derajatnya orang-orang yang disebut tattaquun, secara teori harusnya habis Idul Fitri derajatnya naik.

Nah, kebanyakan ada juga orang-orang yang begitu bulan puasa selesai, derajatnya ga naik tapi malah turun. Ini ada apa? Ada sesuatu yang perlu kita kaji.

Gampangnya begini, kalau di tahun 2012 Saudara adalah seorang karyawan dengan gaji 2 juta tiap bulan. Setahun 24 juta. Tahun 2013, gajinya masih 2 juta juga. Sampai akhir tahun, masih tetap 2 juta juga. Kan ga ada peningkatan dari sisi angka pendapatan. Kalau begini keadaannya, bolehlah Saudara curiga, jangan-jangan puasa tahun sebelumnya itu tidak masuk pada derajat tattaquun.

Sebelumnya kita harus sepakat dulu bahwa memang tidak semua rezeki itu berupa duit. Bisa jadi Saudara tahun 2012 anak 3. Sudah bertahan dari 2009, 3 orang. Ternyata di tahun 2012 istri hamil. Tahun 2013 keluar jabang bayi. Lahirnya anak juga termasuk rezeki juga. Atau bisa jadi rezeki itu Allah berikan dalam bentuk kesehatan, atau yang lain-lain.

Allah bilang, wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu supaya kamu semua bertakwa. Siapa dan bagaimana orang yang bertakwa itu?

Dijelaskan, orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang Allah jadikan jalan keluar buat kesulitannya, Allah tambahkan rezekinya, dan Allah mudahkan segala urusannya. MasyaAllah.

Mestinya tahun 2012-2013 itu mudah urusannya karena 2011 kita udah puasa. Ternyata 2012 malah tambah ribet. Ada apa dengan puasa kita tahun 2011? Jangan-jangan puasa kita tidak menjadikan kita masuk ke derajat orang yang bertakwa.

Jika puasa kita juga berhasil mengantarkan kita masuk ke derajat orang-orang yang bertakwa, maka Allah akan hapuskan dosa kita, Allah naikkan derajat kita, Allah balas dengan pahala. Soal dosa dan ampunan ini kita seringkali ga sadarin. Karena dosa dan ampunan ini ga kelihatan wujudnya sama indra kita. Kalau soal rezeki, kita bisa lihat atau rasain bentuknya secara jelas. Tapi, soal ampunan, emang jarang orang berasa. Padahal derajat ampunan itu adalah fadhilah semua amal yang paling hebat. Ampunan itu yang akan mengantarkan kita pada surganya Allah dan ditutupinya neraka, itulah hadiah atau fadhilah yang paling dahsyat dan paling kita butuhkan lebih dari apapun.

18 Mei 2018

HADIAH BAGI ORANG BERPUASA

Saya termasuk yang sempat khawatir ketika saya mendapati sekian Ramadhan berlalu sementara kok sepertinya tidak ada perubahan dalam hidup saya, waktu itu. Karena, alat ukurnya buat […]
12 Mei 2018

WAKTU UNTUK ALLOH

Seperti perbedaan ruang dan waktu, saat istirahat seperti terlepas dari alam ini. 1 jam bermakna yang seakan berlalu sangat cepat. Mungkin banyak yang mengira seperti berbeda […]
6 Mei 2018

SEHAT DENGAN MEMBACA AL-QUR’AN

Al Qur`an adalah jamuan Allah; “Makdabtullah”. Inilah yang dilukiskan Nabi Muhammad SAW sebagaimana riwayat al-Bazzar. Semua umat Islam bahkan di luar Islam diundang untuk mencicipi dan […]
30 Desember 2017

Al-Laits bin Sa’ad, Ulama Berpenghasilan Milyaran Tapi Tidak Wajib Zakat

  Al-Laits bin Sa’ad bin ‘Abdurrahman Al Fahmi, seorang alim dan imam di negeri Mesir. Lahir tahun 94 Hijriyah. Beliau hidup sezaman dengan Imam Malik bin […]
26 Desember 2017
zakat semarang

HATI JADI TENANG DENGAN BERZAKAT

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan […]
s2Member®
Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram